Waktu Mustajab ~ Naila UciTri Damayanti

Spread the love
Butuh waktu 2 menit untuk membaca tulisan ini

Ramadhan tahun ini terasa sangat berbeda. Segalanya telah berubah. Ini adalah Ramadhan kedua bagiku tanpa sosok ibu dan tanpa kebersamaan keluarga. Saat sahur pertama, kesunyian terasa begitu menyelimuti diriku. Meskipun aku menjalani bulan suci ini seperti biasa, dalam hati berharap tahun depan ada keajaiban dan aku bisa berkumpul lagi dengan keluarga.

Tahun lalu sepertinya lebih seru, mencari takjil dan buka bersama. Namun, tahun ini semuanya berbeda dan terasa membosankan. Meski begitu, aku tetap bersyukur bahwa aku masih bisa merasakan nikmatnya bulan suci Ramadhan ini. Terima kasih Ya Allah atas izin-Mu aku masih bisa merasakan bulan Ramadhan lagi.
Sebagaimana diketahui, Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan. Dalam ayat-ayat Al-Quran yang membicarakan tentang puasa, Allah menjelaskan bahwa bulan suci ini memiliki malam Qadar yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam tersebut, para malaikat dan Ruh (Jibril) turun dalam seizin Tuhan dan kedamaian terasa hingga terbit fajar.

Oleh karena itu, bulan Ramadhan adalah waktu yang sangat Mustajab untuk berdoa. Kita dapat merenungkan ayat-ayat Al-Quran dan memperdalam hubungan kita dengan Allah. Meskipun saat ini tidak ada keluarga untuk bersama-sama berpuasa, kita masih dapat mengambil manfaat dari waktu yang Allah berikan kepada kita selama bulan suci ini.

لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ يَدْعُوْ بِهَا فِيْ رَمَضَانَ
Terjemahnya:
“Setiap muslim memiliki doa yang mustajab (terkabulkan) yang ia berdoa dengannya pada bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad)

ثَلاَثٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ : الصَّائِمُ حِيْنَ يُفْطِرُ وَ اْلإِمَامُ الْعَادِلُ وَ دَعْو _
Terjemahnya:
“Tiga hal yang tidak tertolak doa mereka: orang yang berpuasa ketika berbuka, imam (pemimpin) yang adil, doa orang yang terdzolimi.” (HR. Ahmad)

======

Naila, seorang siswi di MAN 2 Probolinggo, memiliki impian menjadi seorang jaksa. Dia sedang berada di kelas sepuluh IPS dan sangat menyukai suasana senja, pemandangan laut, serta hujan. Namun, Naila juga memiliki kegelisahan yang besar ketika terdengar suara guntur. Terlepas dari keanehan tersebut, Naila tetap memperjuangkan mimpinya untuk menjadi seorang jaksa.
Terima kasih telah membaca kisah Naila. Kunjungi juga akun Instagram @tyhcnaiilaa_ dan @corettdisini untuk mengetahui kisah menarik lainnya. Arigato!