Titik Nadir ~ Syafhira Khoirotun Zahra

Spread the love
Butuh waktu < 1 menit untuk membaca tulisan ini

Aku lelah, aku ingin bercerita, aku butuh seseorang yang bisa mendengarkan semua keluh kesahku.
Kali ini aku lemah, aku tak bisa mengontrol diri sebaik hari-hari sebelumnya.

Rasa takut itu muncul kembali, datang dan dengan lancang membuat tubuh ini bergetar dengan beribu rasa sakit yang menyerang.
Tangis yang tak lagi bisa ditahan menciptakan aliran air bak anak sungai yang mengalir deras tak tertahankan.

Rasa takut itu menyiksaku dengan rasa sakit yang teramat sangat dan menyesakkan.
Sakit, panik, dan kecewa, itulah yang aku rasakan ketika lagi-lagi rasa takut itu datang menyerang.

Aku ingin menangis dan berteriak menumpahkan semua rasa sakit yang aku rasakan, tapi Tuhan tak berpihak padaku, sosok sandaran terkuat yang kumiliki, telah hilang dan takkan pernah kembali lagi.
Usapan lembutnya tak lagi aku dapati, halus perkataannya tak bisa kudengar lagi.

Ketenangan yang sama hanya aku dapati ketika sunyinya malam datang menghampiri.

=====

Haii…
Saya Syafhir, suka membaca dan mendengarkan musik:)
Merangkai kata adalah hal yang saat ini sangat aku suka.
Mempunyai motto “Kalau belum mencoba jangan bilang tidak bisa”.
Terimakasih karena telah meluangkan waktu sejenak untuk membaca hihi..
Sampai jumpa di karya saya yang berikutnya:)