Tak Pernah Gentar ~ Amelia Hasanah

Spread the love
Butuh waktu 3 menit untuk membaca tulisan ini

Aku sangat kagum dengan para pahlawan Indonesia yang berjuang dengan gagah berani demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mereka tidak mengenal takut, tidak peduli dengan bahaya, dan tidak pernah menyerah dalam menghadapi penjajah yang zalim. Mereka bersedia mengorbankan segalanya, bahkan nyawa mereka sendiri, demi tanah air yang mereka cintai. Mereka tidak gentar meskipun hanya bersenjatakan bambu runcing, sementara penjajah memiliki senjata api yang lebih canggih.

Aku merasa sedih ketika membaca sejarah tentang penderitaan rakyat Indonesia selama dijajah oleh Belanda selama tiga setengah abad. Belanda sangat kejam dan rakus dalam mengeksploitasi kekayaan alam dan tenaga kerja Indonesia. Mereka menerapkan sistem kerja rodi yang memaksa rakyat Indonesia bekerja tanpa upah dan tanpa belas kasihan. Akibatnya, banyak rakyat Indonesia yang mati kelaparan, sakit, atau disiksa oleh Belanda. Belanda juga memonopoli perdagangan dengan mendirikan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) yang membuat rakyat Indonesia semakin miskin dan tertindas. Belanda juga mengambil alih tanah-tanah milik rakyat Indonesia dengan sistem tanam paksa yang mengharuskan rakyat Indonesia menanam tanaman komersial seperti kopi, tebu, tembakau, dan lain-lain untuk kepentingan Belanda.

Jepang juga sama jahatnya dengan Belanda. Mereka datang dengan dalih sebagai saudara tua yang ingin membantu Indonesia melepaskan diri dari penjajahan Belanda. Namun ternyata, mereka hanya ingin menjadikan Indonesia sebagai koloni mereka sendiri. Mereka memperlakukan rakyat Indonesia dengan sangat kejam dan tidak manusiawi. Mereka memaksa rakyat Indonesia, terutama para petani, untuk menjadi romusha atau pekerja paksa yang harus mengerjakan berbagai proyek untuk kepentingan Jepang dalam Perang Dunia II. Banyak romusha yang mati karena kelelahan, kelaparan, penyakit, atau kekerasan dari tentara Jepang.

Setelah melalui perjuangan yang panjang dan berdarah-darah, akhirnya Indonesia berhasil meraih kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Ini adalah hari yang sangat bersejarah dan berbahagia bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini adalah hari dimana kita bisa bebas dari belenggu penjajahan dan menentukan nasib kita sendiri sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Ini adalah hari yang harus kita syukuri dan rayakan setiap tahunnya.

Namun, kita tidak boleh lupa dengan para pahlawan yang telah berkorban untuk kemerdekaan Indonesia. Mereka adalah orang-orang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi tanah air yang mereka cintai. Mereka adalah orang-orang yang telah berjuang dengan gigih dan pantang menyerah melawan penjajah yang kejam dan bengis. Mereka adalah orang-orang yang telah menorehkan tinta emas dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa para pahlawan, kita memperingati Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November setiap tahunnya. Tanggal ini dipilih karena pada tanggal ini terjadi pertempuran sengit antara pasukan Indonesia melawan pasukan Belanda di Surabaya pada tahun 1945. Pertempuran ini dikenal sebagai Pertempuran 10 November atau Pertempuran Surabaya. Pertempuran ini menjadi simbol dari semangat juang rakyat Indonesia yang tidak mau menyerah kepada penjajah.

Kita sebagai generasi muda harus menghargai jasa-jasa para pahlawan dengan cara belajar dan berprestasi sebaik mungkin. Kita juga harus menjaga dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan cara menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Kita juga harus berkontribusi untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia dengan cara berpartisipasi dalam pembangunan nasional.

Kita harus ingat pesan dari Bung Karno, proklamator kemerdekaan Indonesia, yang mengatakan bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” Kita juga harus ingat kata-kata motivasi dari Bung Karno yang mengatakan bahwa “Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Kata-kata ini menunjukkan betapa pentingnya peran pemuda dalam menentukan masa depan bangsa.

Kita harus selalu mengingat dan mengamalkan semboyan “Sikap 45” yang berarti semangat 45. Semangat 45 adalah semangat yang dimiliki oleh para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat 45 adalah semangat yang harus kita miliki dalam menjaga dan membangun Indonesia. Semangat 45 adalah semangat yang harus kita tanamkan dalam diri kita sebagai generasi penerus bangsa.

Mari kita bersama-sama menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar, maju, dan sejahtera. Mari kita bersama-sama mewujudkan cita-cita para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan Indonesia. Mari kita bersama-sama mengisi kemerdekaan Indonesia dengan karya-karya yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

======

Saya Amelia Hasanah, yang mempunyai cita cita setinggi langit. Hobi membaca dan menulis. Salah satu dari sekian banyak orang penyuka hujan.