Siapa Kita? ~ Aqiq Zaman Rusnadi

Spread the love
Butuh waktu 2 menit untuk membaca tulisan ini



Sungguh aku hanya manusia biasa
Menerbitkan senyum sapa seperti tak punya dosa
Mungkin aku terlihat mulia
Namun itu hanya tirai yang Allah tutup sedemikian rupa
Lantas apa yang harus di sombongkan?

Bukankah Allah yang berada di balik ini semua?
Manusia adalah lautan
Maka jangan menilai kedalamannya
Sementara kamu bukan apa-apa selain pantainya

Mungkin engkau melihatnya bermaksiat
Namun bisa jadi kau tidak melihatnya bertaubat
Engkau sibuk membicarakan aibnya
Sedangkan ia sibuk dengan istigfarnya

Engkau mungkin terlelap dengan mimpi indahmu
Sedangkan, di tengah malam ia rela membumikan dahinya untuk bertemu Rab-nya
Kau sibuk mencaci tanpa membawa solusi
Namun ia sibuk agar perut orang lain bisa terisi

Mungkin kita perlu sedikit waktu
Sekedar memikirkan sebaik apa diri ini
Apakah amalan kita sebaik Abu bakar yang begitu cinta kepada Rasulullah
Umar yang tetap menjalankan salat subuhnya ketika ia telah ditusuk
Utsman yang kedermawannya sangat terkenal hingga saat ini
Ali yang keilmuannya sudah tidak di ragukan
Siapa kita yang merasa lebih baik dari orang lain?

Jika rintik hujan boleh di adu
Mungkin dosaku tak kalah deras menghantam bumi
Menjadi air yang tak dapat menyejukkan pepohonan
Namun justru berubah menjadi meteor yang dapat menghancurkan daratan

Wahai aku!
Yang hatinya kotor lagi merasa baik
Semoga Allah senantiasa menuntutmu ke jalan yang tak berkelok
Hingga Allah memperbaiki hati dan jiwa kian tertata rapi dengan sebaik-baiknya penataan

Bionarasi
Aqiq Zaman Rusnadi, biasa dipanggil Izam. Lahir di Probolinggo 23 agustus 2005. Saat ini ia sedang menuntut ilmu di MAN 2 PROBOLINGGO, kelas 10 jurusan agama. Ia bertempat tinggal di pajarakan Probolinggo. Salah satu pengagum dari kata motivasi Islam.