Puasa Itu Ibadah yang Ringan ~ Naurah Salsabila Auliya

Spread the love
Butuh waktu 2 menit untuk membaca tulisan ini

Ayat Al-Quran dalam surah Al-Baqarah ayat 184 menjelaskan tentang kewajiban berpuasa Ramadan bagi umat Islam. Namun, bagi mereka yang sedang sakit atau dalam perjalanan, kewajiban ini dapat ditangguhkan dan diganti di hari lain. Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk mengganti puasa yang ditinggalkan tersebut pada hari-hari yang lain.

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Terjemahnya:
(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.(QS. Al-Baqarah : 184)

Namun, jika seseorang tidak mampu untuk mengganti puasa yang ditinggalkannya, ia diwajibkan membayar fidyah. Fidyah adalah memberi makan seorang miskin sebagai ganti dari puasa yang tidak dilakukan. Bagi orang yang berat menjalankan puasa, wajib membayar fidyah. Namun, bagi orang yang mampu dan dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya.

Selain itu, ada juga orang yang memiliki utang puasa namun menundanya hingga ajal tiba. Mereka juga diwajibkan membayar fidyah. Cara pelaksanaannya bisa dilakukan dengan memberi bahan mentah atau mengundang orang miskin untuk makan sejumlah puasa yang ditinggalkan.

Namun, perlu diingat bahwa membayar fidyah bukanlah pengganti dari kewajiban berpuasa Ramadan. Fidyah hanya menjadi opsi ketika seseorang tidak mampu mengganti puasa yang ditinggalkannya. Oleh karena itu, setiap umat Islam yang mampu disarankan untuk tetap menjalankan kewajiban berpuasa Ramadan dan menggantinya di hari-hari yang lain jika diperlukan.

Puasa Ramadan memiliki banyak manfaat baik secara fisik maupun spiritual. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa puasa adalah perisai dan perlindungan dari neraka. Selain itu, puasa juga dapat meningkatkan kesabaran, keikhlasan, serta kepekaan sosial terhadap orang-orang yang kurang beruntung.

Sebagai umat Islam, kita diwajibkan untuk mematuhi perintah Allah SWT dan menjalankan kewajiban puasa Ramadan dengan penuh kesungguhan. Jika ada kendala atau halangan, maka Allah SWT memberikan opsi untuk mengganti atau membayar fidyah. Namun, tidak ada yang dapat menggantikan manfaat dan keberkahan dari menjalankan kewajiban berpuasa Ramadan secara penuh kecuali dengan berpuasa dengan sungguh-sungguh.

=====

Assalamu’alaikum wr. wb.,
Perkenalkan, nama saya Naurah Salsabila Auliya. Saya biasa dipanggil Naurah, Nau, atau Ra. Saya saat ini bersekolah di MAN 2 Probolinggo dan masih duduk di kelas 10. Beberapa hobi saya adalah membaca, mendengarkan musik, bermain basket, dan mandi hujan. Saya sangat menyukai hujan karena memberikan ketenangan dan mengingatkan pada kenangan indah. Terima kasih telah membaca dan maaf jika ada kesalahan dalam tulisan saya. Jika ingin tahu lebih lanjut tentang saya, silakan kunjungi akun Instagram saya di @naurahuya_.