Pesona Alam Pagi Hari ~ Panca Putri Aisyah Nurul Jannah

Spread the love
Butuh waktu 2 menit untuk membaca tulisan ini

Tidurku pulas dihiasi dengan mimpi-mimpi yang indah, tetapi kini mataku yang sudah lama terpejam mulai terbuka kembali. Kedipan mataku membuka pandangan dan memunculkan wajah seseorang yang berdiri di depan pintu kamar. Dalam sekejap, aku menyadari bahwa itu adalah ibuku yang berdiri di sana. Segera aku bangkit dan bergegas mengumpulkan semangat pagi.

Kudengar langkah Kaki kembali bergerak ketika ibuku menutup pintu kamarku. Aku terus duduk sambil mendengarkan lantunan adzan subuh dari toa masjid yang selalu menjadi favoritku. Tiba-tiba, ibu membuka pintu kamarku untuk kedua kalinya dan menyuruhku segera bersiap-siap untuk sholat subuh bersama.

Aku menghirup udara segar yang begitu nyaman. Suasana di luar terasa tenang dan damai. Segarnya udara seakan baru saja memulai peradabannya dari awal. Langit masih samar-samar, dan bintang-bintang masih terlihat gemerlap di kejauhan. Aku merasa terkesima oleh keindahan ciptaan-Nya saat matahari terbit dan sinarnya menerangi separuh langit. Aku memperhatikan kelopak bunga di dekat jendela ibuku yang mulai terbuka dan berkembang. Itu adalah pemandangan yang sungguh mempesona.

Saat matahari mulai muncul dengan sinarnya yang cerah, aku mengambil kamera untuk menangkap momen indah ini. Aku melihat sekelompok burung yang terbang berbaris rapi melintasi langit di halaman rumahku. Keindahan alam meminta aku untuk segera mengambil sebanyak mungkin foto untuk tidak kehilangan momen yang dinantikan ini.

Pagi ini terasa segar seperti meminum air es ketika merasa haus. Aku berjalan menyusuri bukit dekat rumahku, melihat sekeliling dan mengambil foto dari segala hal yang terlihat indah di mataku. Aku berharap keindahan alam selalu terjaga, matahari tetap menjadi sahabat pagi, dan burung-burung terus terbang menikmati keindahan alam. Langit terlihat amat jauh namun dekat di pandangan, dan awan-awan berbagai bentuk menyerupai gulali yang sedang dibentuk. Daun-daun yang jatuh dijemput oleh angin pagi yang lembut, dan gunung biru yang jelas terlihat dari kejauhan menampilkan formasi bebatuan dan pepohonan.

Aku mengambil beberapa gambar dari tanaman yang berjejer turun dari atas bukit. Keindahan pagi ini mengajarkan aku untuk bersyukur dan memupuk semangat hidup dalam jiwa yang tenang dan pikiran yang jernih. Allah menciptakan keindahan yang tak terpikirkan, dan aku berhasil mengabadikannya dengan kamera. Besok dan seterusnya, aku masih ingin melihat lagi keindahan ciptaan ini dan merasakan segarnya pagi yang membangkitkan semangat dalam diriku.

=====

Panca Putri Aisyah Nurul Jannah. Lahir 08 Agustus 2007 dan bercita-cita menjadi Kowad. Memiliki hobi berpetualangan, membaca, dan menggambar. Ia merupakan alumni MI Izzatul Muta’allimin, MTSN 2 Probolinggo, dan kini tercatat sebagai siswi di MAN 2 Probolinggo. Kabar tentangnya bisa diikuti lewat IG @czxq.__