Permainan Rasa ~ Panca Putri Aisyah Nurul Jannah

Spread the love
Butuh waktu < 1 menit untuk membaca tulisan ini

Katanya, sebuah permainan rasa. Perasaan yang selalu dibuat ombang-ambing oleh seseorang. Tak perlu berpikir ketika melontarkan kata yang tak nyaman atau melakukan tindakan yang berdampak buruk pada orang lain. Hanya memikirkan diri sendiri, kecuali ada hal yang merugikan pada diri sendiri.

Mungkin sikap sabar akan berkurang bila terus dihadapi. Rasa kesal dan emosi naik pitam mungkin keluar. Namun, apakah aku harus melakukan tindakan itu untuk memuaskan rasa ego yang sewaktu-waktu akan meledak? Apalagi jika itu tidak menguntungkan bagiku, malah aku yang dirugikan.

Menghabiskan energi untuk membalas perlakuan seseorang yang tidak baik untukmu sungguh hal yang perlu dihindari, sebab kau yang akan merugi. Aku pernah mendengar sebuah kata, “Setiap perbuatan akan kembali kepada dirinya.” Dia terus menerimanya tanpa sadar. Kau hanya perlu diam dan tidak banyak bergerak. Tutup mulut dan kunci gerakan yang ingin menampar pipinya.

Dalam keadaan ini, hanya ada dua pilihan. Jika kau ingin hal yang menguntungkan, maka jangan banyak bergerak. Namun, jika kau ingin dirugikan, teruslah bergerak sampai kau kehabisan tenaga untuk hal yang seharusnya tidak kau pedulikan.

=====

Panca Putri Aisyah Nurul Jannah. Lahir 08 Agustus 2007 dan bercita-cita menjadi Kowad. Memiliki hobi berpetualangan, membaca, dan menggambar. Ia merupakan alumni MI Izzatul Muta’allimin, MTSN 2 Probolinggo, dan kini tercatat sebagai siswi di MAN 2 Probolinggo. Kabar tentangnya bisa diikuti lewat IG @czxq.__