Pengembangan Literasi Dalam Momen Hari Aksara ~ Salwa Nurul Asyifa

Spread the love
Butuh waktu < 1 menit untuk membaca tulisan ini

Halo, Sobat Pena! Tahukah kamu tentang Hari Aksara Internasional? Ini adalah hari yang pertama kali diusulkan pada Kongres oleh para Menteri Pendidikan dari seluruh dunia. Mereka berkumpul di Teheran, Iran pada tanggal 8-19 September 1965 untuk membahas tentang upaya Penumpasan Buta Huruf.

Dari konferensi tersebut, UNESCO menetapkan tanggal 8 September 1966 sebagai peringatan Hari Aksara Internasional. Sejak itu, hari ini diperingati setiap tahunnya di seluruh dunia.

Tujuan dari Hari Aksara Internasional ini adalah untuk memotivasi masyarakat dan mengingatkan kita semua bahwa masih banyak masalah mengenai pentingnya literasi di tengah masyarakat dunia.

Menurut laman Perpustakaan Universitas Brawijaya, UNESCO memperingati Hari Aksara Internasional ini sebagai langkah untuk membentuk masyarakat literasi yang lebih melek akan huruf dan berkelanjutan.

Literasi dalam hal ini dapat dimengerti sebagai kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat proses membaca atau menulis. Dengan memiliki budaya literasi, masyarakat akan lebih mudah untuk melangkah lebih maju.

Masyarakat dapat dikatakan telah maju apabila masyarakat memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas. Salah satu upaya untuk mendapatkan pengetahuan luas tersebut adalah dengan budaya literasi melalui kegiatan membaca atau menulis, baik secara konvensional atau digital.

Di Indonesia, Hari Aksara Internasional juga diperingati sebagai Hari Aksara Nasional. Dalam rangka peringatan hari tersebut, Indonesia ikut serta dalam misi pengentasan buta aksara. Hal ini difokuskan pada pengembangan kemampuan masyarakat pada aspek keaksaraan dasar, yaitu membaca, menulis, berhitung, dan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik.

Jadi, Sobat Pena, mari kita tingkatkan literasi kita dan berkontribusi dalam misi pengentasan buta aksara!

Sumber: detik.com

=====

Assalamualaikum.
Salwa Nurul Asyifa lahir pada tahun 2007. Sekarang tengah menempuh pendidikan di MAN 2 Probolinggo. Menulis merupakan hobi baru baginya. “Beranilah untuk bermimpi dan beranikan dirimu untuk mewujudkan semua impianmu, karena impian tidak akan tercapai tanpa keberanian.”
Wassalamu’alaikum.