Pendengar Setia ~ Panca Putri Aisyah Nurul Jannah

Spread the love
Butuh waktu < 1 menit untuk membaca tulisan ini

Orang-orang sangat suka ketika memiliki banyak teman, bermain dan bercanda bersama, terutama teman dekat mereka, bahkan bisa sekali berteman hingga hampir tak terpisahkan. Saling tukar menukar cerita suka maupun duka, menjaga rahasia adalah bagian dari menjaga hubungan mereka, namun tak selamanya dan tak semuanya pertemanan itu indah, dan tidak selamanya juga pertemanan itu terdapat kasih sayang di dalamnya. Pertemanan toxic ketika yang ingin didengar tapi tidak mau mendengar, ingin dijaga tapi tidak mau menjaga.

Banyak sudah kisah yang mereka lontarkan, aku hanya diam mendengarkan, menyarankan, dan mengasihani. Setelah mereka bahagia seolah lupa dengan teman yang selalu mendengar curahan hatinya, tentu tidak masalah hanya saja itu semua membuatku bingung.

Aku tak bisa menirunya, aku hanya seorang pendengar selalu mendengar hal-hal curahan maupun amarah seseorang, sisi ini seperti terlalu mudah.

Bukan hanya keburukan yang akan dibalas tetapi kebaikan sudah pasti juga dibalas. Tak masalah menjadi seorang pendengar yang tak pernah didengar, walau mereka selalu saja menyangka merekalah yang paling tersakiti oleh dua panah. Mereka tak sadar kalau ada seseorang yang lebih tertancap lagi oleh beberapa panah, tetapi tetap memeluk mereka dengan tulus.

=====

Panca Putri Aisyah Nurul Jannah. Lahir 08 Agustus 2007 dan bercita-cita menjadi Kowad. Memiliki hobi berpetualangan, membaca, dan menggambar. Ia merupakan alumni MI Izzatul Muta’allimin, MTSN 2 Probolinggo, dan kini tercatat sebagai siswi di MAN 2 Probolinggo. Kabar tentangnya bisa diikuti lewat IG @czxq.__