Opera Jamkos ~ Aprilia Anggraini Putri

Spread the love
Butuh waktu 2 menit untuk membaca tulisan ini

Masa putih abu-abu menjadi momen yang sangat berkesan. Banyak cerita yang akan sulit terlupakan. Keseruan dan kenangan yang mungkin tak pernah bosan diceritakan di masa depan. Rindu Ketika momen itu Kembali terlintas dalam bayangan. Mulai dari kejahilan teman, cerita ketulusan persahabatan, hingga galau karena percintaan, semuanya terangkai manis dalam hati dan pikiran.

 

Misalnya saja ketika jamkos karena sedang tidak ada pelajaran. Kelas yang ketika siswa belajar diselimuti iklim kesriusan, berubah menjadi riuh dengan keramaian. Mungkin ada yang merasa kurang berkenan, tapi tak sedikit yang merasa itu momen yang diharapkan.
Ada yang menujukkan kreatifitasnya tampil menghubur teman-teman, mebuat wayang yang menceritakan keseharian, dan ada juga yang jadi pelawak konyol pelipur penat selama di ruangan. Menjengkelkan, mungkin ada yang berpikir demikian. Tapi, semua itu juga ngangenin kan?

Apalagi kalau geng cowo lagi iseng menjahili teman perempuan, kelas jadi riuh dengan celotehan, saling balas kejahilan, bikin kelas sebelah kadang-kadang keberatan, bahkan sering berbuah teguran. Tak melulu soal kebisingan, ada juga anak yang memanfaatkan kesempatan untuk merangkai mimpi setelah sebelumnya mengambil posisi nyaman.

Menghiraukan semua gangguan, mereka bisa nyenyak tidur karena rasa kantuk yang tak lagi tertahankan. Ketika ketahuan, beragam alasan pun mereka kemukakan. Ngantuk karena semalam begadang menonton pemain bola berlaga di lapangan, dan ada pula yang jujur mengakui tak tidur karena asyik chatan dengan gebetan.
Cerita lain juga datang dari teman yang terlihat asyik dengan buku catatan. Terkadang fokus mengulang pelajaran, tapi juga tak jarang mengerjakan PR yang belum terselesaikan. Apalagi pasukan instan yang selalu mengharapka contekan, jamkos selalu diharapkan, karena jadi kesempatan untuk menyalin tugas teman.
Apapun cerita yang tertorehkan, waktu kan terus berjalan. Mengisi kekosongan dengan hal-hal positif menjadi sebuah keharusan. Terlebih bagi para laskar putih abu-abu yang suatu saat pasti akan melanjutkan perjalanan. Tanamkan dalam sanubari dan pikiran, semua akan ditinggalkan, kenangan indah seharusnya bisa diciptakan, khususnya tentang praktik baik yang bisa dijadikan teladan, agar kelak album cerita bisa kembali ditengok dengan penuh rasa kebanggaan.


Bionarasi
Aprilia Anggraini Putri lahir di Bangkalan Tanggal 16 April 2002. Jenjang pendidikan sekolah dasar MI Salafiyah, MTS Salafiyah, dan sekarang melanjutkan ke man 2 Probolinggo jurusan IPA.
Selain menjadi pelajar,ia mengabdi di TPQ Sukomulyo,yang dikenal dengan Rumah ABATA. Pada 2015, ia berhasil menjuarai Kompetisi Sains Madrasah (KSM).

Editor: Ahmad Syarif