Mendaki Terlalu Tinggi ~ Putri Sri Utami

Spread the love
Butuh waktu 2 menit untuk membaca tulisan ini

Abang Roni, seorang pendaki gunung yang murah senyum dan ramah, telah menaklukkan lebih dari 100 puncak gunung. Dia dikenal luas dalam komunitas pendaki karena hobi mendaki dan memancingnya, dengan mendaki menjadi kegiatan dominan.

Mendaki gunung adalah cara Roni untuk menghilangkan stres dari tugas-tugas kuliahnya. Roni adalah mahasiswa di salah satu kampus di Medan. Bulan lalu, ia diberi tugas oleh kampusnya untuk bersosialisasi di sebuah desa, membuat proposal, makalah, dan banyak lagi.

Pada bulan berikutnya, Roni mendapatkan libur selama sebulan. Merasa lelah dan pusing dari beban tugas, ia memutuskan untuk mendaki Gunung Marapi di Sumatera Barat. Meskipun dua temannya menolak ikut karena cuaca di daerah gunung yang kurang meyakinkan, Roni tetap bertekad untuk melanjutkan perjalanan.

Setelah perjalanan 19 jam, Roni tiba di Sumatera Barat dan segera mendaftar untuk pendakian. Sambil menunggu, ia melihat ada 36 pendaki yang berangkat dan 39 lainnya yang masih dalam perjalanan.

Setelah semua pendaki menyelesaikan pendaftaran, mereka berkumpul untuk mendapatkan arahan dan berdoa bersama sebelum memulai pendakian. Roni, yang merasa masih kuat, memutuskan untuk tidak berhenti di pos 3 dan 4 dan melanjutkan pendakian sendirian.

Setelah delapan jam, Roni akhirnya mencapai puncak Gunung Marapi yang tingginya 2.891 Mdpl. Di sana, ia menikmati pemandangan sambil minum sekaleng Coca-Cola. Setelah istirahat sejenak, ia mendirikan tenda dan berbincang-bincang dengan seorang pendaki dari Banten.

Namun, keindahan gunung itu segera digantikan oleh suara gemuruh. Gunung itu meletus, melontarkan abu vulkanik. Roni dan pendaki lainnya panik, berlari-lari mencari keselamatan. Sayangnya, Roni menjadi salah satu dari 22 korban jiwa dalam peristiwa itu.

Gunung memang indah, namun ia tidak pernah menjanjikan apapun termasuk keselamatan. “Istirahatlah dengan tenang, Roni. Kamu telah mendaki terlalu tinggi sampai lupa cara untuk turun. Lanjutkan hobi kamu, masalah kematian itu sudah ada di tangan Tuhan.”

=====

Hai, saya Putri. Hobi saya adalah membaca dan menggambar kaligrafi. Saya suka membuat cerita sejak MTS. Motto hidup saya adalah “Terlahir dari keluarga sederhana tidak akan menghalangiku untuk bisa meraih cita-cita”. Selamat membaca cerita pendek saya yang sederhana ini.