Melengkapi Dalam Perbedaan ~ Panca Putri Aisyah Nurul Jannah

Spread the love
Butuh waktu 3 menit untuk membaca tulisan ini

Perpustakaan, tempat dimana buku-buku terstruktur rapi dan orang yang berkunjung dengan perilaku tertib, sebuah pemandangan indah bagi yang menyukainya. Ruangan ilmu ini sangat disukai Naya Revina, gadis yang mempunyai julukan seorang kutu buku di sekolahnya. Naya sempat dijauhi oleh teman sekelasnya karena dianggap kurang gaul, memang penampilannya sangat menggambarkan seorang kutu buku yang kurang pergaulan.

Namun, walaupun begitu ia sangat disukai oleh gurunya. Naya juga tidak masalah temannya menilai dengan ejekan, menurutnya sikap tidak peduli lah yang menjadikan ia seorang yang gemar membaca walau juga menjauhkan ia dari pergaulan. Sejak istirahat pertama sampai istirahat kedua sekolah Naya bersama teman-temannya diberikan kebebasan tanpa KBM tetapi diwajibkan berkunjung ke perpustakaan sekolah, kegiatan ini diadakan upaya meningkatkan literasi siswa-siswi.

Di perpustakaan tersebut ada sedikit sosialisasi mengenai “Pentingnya membaca, menulis, serta membangun pergaulan yang positif.” Sosialisasi tersebut menghabiskan waktu sekitar 30 menit setelah itu semua siswa-siswi diajak membaca satu buku yang mereka sukai. Para siswa-siswi yang berkumpul sekitar ratusan itu diminta untuk tetap tertib dan tidak berbicara bila tidak terlalu mendesak.

Perkumpulan ini dilakukan secara acak atau tidak harus berkumpul sesuai kelas, Naya lebih dulu mengambil posisi duduk saat teman yang lain sibuk mencari-cari mana buku yang cocok untuk dibaca. Orang kedua duduk setelah Naya selesai membaca 2 halaman buku, Fiana Dewi duduk disamping Naya sambil memegang buku yang sudah dipilih. Meski mereka berdekatan keduanya tidak saling berbicara bukan karena tata tertib perpustakaan tetapi memang salah satunya tidak pernah peduli.

Fiana mengambil buku yang bertema “Introvert.” Ia memilih bukan karena judulnya tetapi karena tampak covernya yang bagus. Naya nampak bergeming dan tidak menoleh orang yang ada disampingnya sedikitpun, hingga suatu waktu ia terpaksa menoleh kesamping karena ada hal yang mengganggu konsentrasi membacanya. Terjadi pertengkaran yang menarik pandangan seluruh siswa-siswi yang berkumpul.

Dua orang siswa yang mempunyai selera sama dan karena satu buku memaksa mereka untuk saling berebut buku tersebut. Pertengkaran usai setelah dihadang oleh penjaga perpus dan satpam sekolah, keduanya dibawa keruang kantor guru untuk diberikan sebuah pembelajaran lain. Anehnya buku yang di perebutkan itu bertema “Resep masakan tradisional.” Mungkin sudah dari terlalu bosannya mereka membaca sebuah novel atau komik.

Ruangan yang awalnya damai tentram menjadi kacau balau sekarang telah menjadi damai tentram lagi seperti perpustakaan yang paling tertib. Fiana yang tadinya terus ingin menarik perhatian Naya akhirnya merasa putus asa, dan membiarkan Naya fokus pada buku yang dibacanya. Naya membacanya dengan santai tetapi terlihat sangat fokus, sehingga saat membuka lembaran baru ia seperti di perhatikan orang yang ada disebelahnya.

Naya menolehkan kepalanya, Fiana yang ada disampingnya itu memberikan senyuman, Naya ikut membalas senyuman tersebut. Fiana tercengang namun tetap terlihat biasa saja. “Tidak biasanya Naya seperti ini.” pikir Fiana dalam hatinya.

Saat waktu kunjungan perpustakaan telah usai, Naya beranjak dari tempatnya dan membawa buku yang belum sempat ia baca sampai akhir dan berniat untuk meminjamnya.

Fiana juga berniat meminjam buku dari perpustakaan sekolah, ia juga beranjak dan berjalan di belakang Naya. Antrian pinjaman buku perpustakaan cukup melebihi kuantitas seperti biasanya, jadi kegiatan ini bisa dibilang cukup membantu mengambangkan minat literasi para pelajar di sekolah. Naya Rivera seorang kutu buku yang tidak pernah bergaul akrab dengan seseorang disekolah, akhirnya ia mempunyai teman Fiana Dewi yang juga sekelas.

Fiana, meskipun minat bacanya dibilang cukup rendah, ia gemar menulis dan pintar dalam merangkai kata. Fiana ingin mengubah Naya untuk tetap bersosialisasi dengan teman sekolah. Fiana jadi terus bersama Naya pergi ke perpustakaan, tetapi Naya masih belajar untuk berdamai pada lingkungannya.

Sebuah takdir Fiana untuk mempelajari sikap Naya, saat perkumpulan Rabu lalu di kunjungan perpustakaan Fiana memilih buku yang berjudul “Introvert.” Dan Naya memilih buku “Bersosial remaja yang baik.” Mereka berdua, meski berbeda, saling melengkapi dan belajar satu sama lain. Kisah mereka menjadi inspirasi bagi banyak siswa di sekolah tersebut.

=====

Panca Putri Aisyah Nurul Jannah. Lahir 08 Agustus 2007 dan bercita-cita menjadi Kowad. Memiliki hobi berpetualangan, membaca, dan menggambar. Ia merupakan alumni MI Izzatul Muta’allimin, MTSN 2 Probolinggo, dan kini tercatat sebagai siswi di MAN 2 Probolinggo. Kabar tentangnya bisa diikuti lewat IG @czxq.__