Khalid bin Walid: Sang Saifullah ~ Syafhira Khoirotun Zahra

Spread the love
Butuh waktu < 1 menit untuk membaca tulisan ini

Khalid bin Walid, yang lebih dikenal sebagai Sayyidina Khalid, merupakan sosok yang tak terlupakan dalam sejarah Islam. Sebagai sahabat terkemuka Rasulullah SAW dan panglima perang yang tersohor, kisah hidupnya penuh dengan keberanian dan dedikasi.

Lahir di Mekah pada tahun 592 M, Khalid memulai perjalanannya bukan sebagai pendukung, melainkan sebagai penentang Islam. Ia adalah pemimpin pasukan Quraisy, suku yang juga merupakan garis keturunan bangsawannya. Ibunya, Al-Shayma, adalah saudari dari Abdul Malik bin Hisham, ayah Khalid, yang membuatnya memiliki hubungan keluarga dekat dengan Rasulullah SAW.

Sebelum memeluk Islam, Khalid dikenal sebagai prajurit yang gagah berani dan tangguh. Ia bahkan pernah memimpin pasukan Quraisy melawan kaum Muslim dalam Pertempuran Uhud. Namun, takdir memiliki rencana lain. Pada tahun ke-8 Hijriah, setelah penaklukan Mekah, hati Khalid tersentuh oleh cahaya Islam dan ia pun menyatakan keislamannya.

Sejak saat itu, Khalid bin Walid berubah menjadi salah satu panglima perang utama dalam sejarah Islam. Kehebatannya dalam strategi dan keberaniannya di medan perang membuatnya mendapatkan julukan “Saifullah” atau “Pedang Allah.”

Khalid bin Walid menunjukkan kecakapannya dalam berbagai pertempuran, di antaranya:
• Pertempuran Mu’tah: Khalid menunjukkan taktik jeniusnya saat memimpin pasukan Muslim melawan pasukan Romawi dan sekutunya.
• Pertempuran Uhud: Meskipun saat itu masih di pihak Quraisy, Khalid menunjukkan keahliannya sebagai panglima perang.
• Pertempuran Khandaq: Khalid memainkan peran krusial dalam mengalahkan pasukan Ahzab yang mengepung Madinah.

Kisah Khalid bin Walid merupakan contoh luar biasa tentang bagaimana seseorang dapat berubah dan menjadi pembela Islam yang teguh. Kegigihan, keberanian, dan ketaatannya kepada Allah SWT menjadikannya legenda yang tak terlupakan dalam sejarah Islam. Kisahnya menginspirasi kita semua untuk selalu berjuang dalam kebenaran dan keadilan.

=====

Assalamualaikum
Dàjiā hǎo, wǒ shì Syafhir.
Siganeul naeeo je jagpumeul ilgeojusyeoseo khamsahabnida.
Dangsini geugeoseul joahandamyeon naneun haengboghada.
Wǒ bùnéng shuō hànyǔ, dàn wǒ zài xuéxí.
Xièxiè nǐ! Khamsahabnida…