Keutamaan Qiyamullail ~ Muhammad Bagas Rizky Pratama

Spread the love
Butuh waktu < 1 menit untuk membaca tulisan ini

Dari Abu Darda radhiyallahu anhu beliau mengatakan,

“مَن أتى فراشَه وَهوَ ينوي أن يقومَ يصلِّي منَ اللَّيلِ فغلَبتهُ عيناهُ حتَّى أصبحَ كُتِبَ لَه ما نَوى وَكانَ نومُهُ صدقةً عليهِ من ربِّهِ عزَّ وجلَّ.”

“Seseorang yang mendatangi tempat tidurnya dalam keadaan telah berniat untuk bangun melakukan salat malam namun dia terkalahkan oleh keduanya matanya (tertidur) hingga masuk waktu subuh, maka akan dicatat untuknya apa yang diniatkan dan tidurnya tersebut adalah sedekah dari Rabbnya Azza wa Jalla.” (HR. an-Nasai dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih An-Nasai 1786)

Seseorang yang telah berniat untuk melaksanakan qiyamul lail di akhir malam sebelum tidurnya. Ia bertekad kuat untuk meraih keutamaan-keutamaan qiyamul lail di sepertiga malam terakhir.

Ia ingin melangitkan segala pintanya di waktu tersebut dan memohon ampunan Rabbnya di waktu tersebut.

Namun, ia terlelap dalam tidurnya dan melewatkan sepertiga malam terakhir hingga dikumandangkan adzan subuh. Ia tidak sempat melaksanakan apa yang ia niatkan.

Maka, dengan kemurahan-Nya Allah Ta’ala catatkan baginya sesuai apa yang ia niatkan meski ia tidak sempat melaksanakannya. Sungguh Allah Maha Luas rahmat dan kemurahan-Nya. Bahkan tidur orang tersebut Allah anggap sebagai sedekah-Nya kepada orang tersebut.

Bionarasi
Muhammad Bagas Rizky Pratama, biasa dipanggil Bagas. Siswa kelas 12 jurusan keagamaan, MAN 2 Probolinggo. Lahir di Probolinggo pada tanggal 16 Maret 2006, dan sekarang berusia 16 tahun. Bertempat tinggal di Desa Sukokerto, Kec. Pajarakan, Kab. Probolinggo.

Editor : Aisyah