Kala Silam ~ Yuni Safira Mursyid

Spread the love
Butuh waktu < 1 menit untuk membaca tulisan ini

Seorang semera jaan, yang tiada saya dihatinya. Seorang tambatan hati, yang tiada tahu apakah saya bena disana. Seorang sambekala, yang saya nestapakan setiap hari, sedang dia terlelap disisi saya. Seorang purnama, yang saya nanti setiap gulita, sedang dia membungkuk dibalik halimun. Seorang baskara, yang saya menghendaki kehangatannya, sedang kulit saya melepuh dibawah teriknya.

Dia melangkah ranah, bak bahtera membelah samudra. Senyumnya memukau, meski tiada pernah kepada saya diacukan. Disana terpendam hasrat nirmala nan murni. Kemurniannya tiada berarti suatu apa. Disini ada seorang yang menanti di dalam lelahnya. Seorang yang mempertuan kasih seranum jagat raya, seindah nirwana.

Andai dia berbaik hati, menyantuni saya dengan bahari senjanya, atau berkenan menemani saya saat malam menikam dengan dinginnya. Andai dia tak begitu menanggapi amarah dengan teriknya.
Pada suatu titik pelayaran, saya pernah menyebranginya. Merindu yang tiada puncaknya. Bersimpuh lemah pada pelataran hasrat yang tiada terhingga lapangnya. Tidak bisa tidak, hingga kini saya merindukannya.

Dia tiada pernah berada dalam dekapan saya. Seorang permata yang tiada pernah terpandang mata. Seorang kekasih yang pergi dari dunia. Seorang rindu yang hilang dalam hayatnya.
Dia telah tiada, dan tidak akan ada.
Dia adalah saya dan saya adalah dia,
Pada sebuah titik pelayaran yang berparak.
Pada era yang saling bertolak.

=====

Yuni Safira Mursyid, panggil saja Fira. Lahir sekitar 16 tahun lalu dan kini bersekolah di MAN 2 Probolinggo. Bingung dengan hobinya sendiri, tapi sekarang mulai menjadikan merangkai kata sebagai hobi barunya. Ia bisa dihubungi lewat IG: @ketikanseorang._
Mottonya, ”Jadikan semua tantangan,hingga kau tak terkalahkan”.

=====

SyafhirAZR