Intropeksi Diri ~ Laelatul Luqiyana Adawiyah

Spread the love
Butuh waktu 3 menit untuk membaca tulisan ini

Gelap dan sunyi. Satu hal yang aku rasakan saat ini. Aku mendongak ke atas, menatap gemerlapnya bintang malam ditemani dengan satu buku yang baru aku beli beberapa bulan yang lalu. Ah! Jangan lupakan satu cangkir kopi kesukaanku.

Kepalaku mendongak, tubuhku terdiam, mataku asik menatap bintang. Tapi pikiranku melayang terbang tak tentu arah. Setelah cukup lama, aku menghela napas panjang.
Huhhh, rasanya tetap saja seperti semula. Berat dan lelah.

Cukup sulit untuk mendeskripsikan perasaanku saat ini. Cape, marah, kecewa, sedih, campur aduk menjadi satu. Andai aku berada dalam kesunyian tanpa adanya human yang bernapas, mungkin aku sudah berteriak sekencang-kencangnya. Sayangnya sekalipun sunyi masih saja ada manusia yang berlalu lalang walaupun hanya beberapa saja.

Kalau diingat-ingat, rasanya aku ingin marah di depan wajah mereka. Mengeluarkan semua lara yang selalu aku rasakan, setiap kali mereka lepas kendali atas diri mereka.

Mereka bercerita tentang bagaimana lara mereka ketika merasakan itu semua. Tetapi sebenarnya sama halnya dengan diri mereka sendiri yang melampiaskannya kepada orang lain atas semua yang terjadi.

Mereka sakit, orang lain harus sakit. Ya! Tanpa sadar mereka melakukan apa yang mereka ucapkan sendiri bahwa perilaku itu menyakitkan.
Bukankah manusia selucu itu? Mereka minim ingat jika mereka menyakiti seseorang. Tetapi mereka tidak pernah lupa jika mereka pernah disakiti orang lain.

Huhhhh~~, bertarung dengan pikiran hidup memang menyusahkan. Aku memejamkan mata sejenak. Mencoba memadamkan api dalam dada agar aku tidak kehilangan kontrol lagi. Ya, lagi. Aku sempat menggebrak meja karena aku sudah terlalu muak. Sebelum aku lepas kendali lebih parah, aku segera meninggalkan tempat dan berakhir di tempat yang sunyi ini. Ada rasa menyesal dalam hatiku, mengingat kenapa aku harus menggebrak meja. Seharusnya aku tinggalkan saja mereka.

Aku jadi teringat buku yang masih aku pegang dengan erat. Ku buka buku itu, lalu aku baca kata demi kata yang tertera. Tepat saat itu, aku menemukan suatu kalimat yang langsung membuat aku terdiam. Begini kalimatnya, “Saat kita berusaha memenangkan hati semua orang, pasti akan melelahkan. Tapi kalau fokus kita hanya untuk memenangkan cinta Allah, semua akan membahagiakan. Percayalah.”

Satu kalimat yang aku dapat dari buku “Self Healing With Qur’an” karya Ummu Kalsum IQT, membuat aku sadar memenangkan hati manusia hanya menghasilkan kelelahan yang tiada henti.

Bukan mereka saja yang salah. Aku, aku terlalu fokus memenangkan hati manusia tanpa sadar kenapa aku tidak memenangkan hati Sang Pencipta-Nya saja? Allah SWT tidak pernah mengecewakan hambanya yang berusaha.

Jika memang hari ini ada kekecewaan besar karena kegagalan, kunci akhirnya adalah sabar. Dan aku menemukan kata-kata mutiara lagi di dalam buku ini.
“Sabar itu bukan kemampuan untuk menunggu, tapi kemampuan untuk mempertahankan sikap yang baik dalam menunggu. Bagaimana kau menerima dengan lapang dada bahwa apa yang kau pinta ternyata Allah ganti dengan yang lainnya.”

Dari situ, pikiranku mulai tenang. Suasana hati yang kacau balau menjadi lebih kondusif seperti sedia kala. Aku terbitkan senyumku. Mendongak lagi ke arah langit, dalam batinku aku berteriak, “Aku bisa! Allah selalu ada untukku, dan aku yakin bisa lalui ini semua. Semangat dan terima kasih untuk diriku masih bisa berdiri kokoh walaupun diterpa badai habis-habisan.”

Satu pesan berharga yang harus kalian ingat. Pesan ini ada dalam Q.S. At-Taubah : 40.
“Janganlah bersedih atas mereka,” dan ”Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah selalu bersama kita.”

Bionarasi ~
Hai! Kenalin aku Laelatul Luqiyana Adawiyah, bisa dipanggil El. Salah satu dari sekian banyaknya siswi di MAN 2 Probolinggo.
Ngomong-ngomong untuk masalah hobi, aku suka membaca buku jika sedang mood saja hihi. Untuk hobi lain, aku suka menyanyi, memainkan alat musik, intinya semua tentang musik, “I like it!”

Btw, untuk merangkai kata-kata baru kutekuni di MAN ini. Masi sangat pemula, jadi mohon maaf bila ada penggunaan kata yang kurang pas ya teman-teman.
Sekian dariku, biar ga kepanjangan xixi. Bai kalian! Semoga sehat selalu and thank you sudah meluangkan waktu sejenak membaca tulisan ini. Sampai jumpa di tulisanku yang lain
IG: lqynaa_ / luqiyanaa_