Dingin ~ Aisyah

Spread the love
Butuh waktu < 1 menit untuk membaca tulisan ini

Ketika semua telah lenyap, yang tersisa hanyalah kesendirian yang menghuni jiwa ini. Berharap kau akan kembali, menuntunku keluar dari kegelapan ruang luka, namun harapan itu sia-sia. Janji kesetiaan yang ternyata hanyalah kebohongan, berbuah luka yang mendalam. Rindu ini bagai angin malam yang berhembus, selalu merasa dingin dan merindukan kehangatan kehadiranmu.

Jiwa ini bagai magnet yang mencari besi, tempat untuk berdekatan. Aku selalu mencari dirimu, bahkan melalui orang lain. Namun, semua itu sia-sia. Perjuangan yang selalu ku dedikasikan untuk cinta pada hamba, hanyalah berakhir dengan luka dalam kalbu.

Kesadaran mulai memenuhi ruang pikiran. Ternyata jiwa yang selama ini ku anggap milikku sendiri, bukanlah milikku. Ternyata terbentuk jarak antara jiwa seorang hamba dengan sang pemberi rasa sedih dan kasih sayang. Aku mendekati lagi ruang kesedihan itu, melihat jiwa ini yang penuh dengan kotoran dosa, membuat tangisan pilu terbentuk dalam sujud.

Doa yang hanya mampu ku panjatkan, berbagai harapan dan pujian selalu berhamburan di langit malam. Di saat para hamba-Nya memohon ampun atas segala perbuatan, dalam kesunyian namun damai. Kesendirian yang ku pikir akan berlarut, ternyata aku hanya butuh kehadiran-Nya yang telah jauh dalam kalbu.

=====

Aisyah, dipanggilnya Ais aja biar singkat. Mengenyam pendidikan di MAN 2 Probolinggo, mau jadi anak rantau biar nanti terbiasa pas kuliah di luar negri, aamiin. Sebagian tulisanku hanya sebatas curahan perasaan atau angan belaka. Jika ingin tau lebih lanjut, mending check @aisyazraaa_