Cinta Pertama dan Selamanya ~ Adinda Rizqiyatul Hasanah

Spread the love
Butuh waktu < 1 menit untuk membaca tulisan ini

Seorang wanita mungil
Bulu mata lentik
Dengan senyum khasnya yang terukir,
Selalu menjadi tempat ku pulang di kala aku hancur.
Ia selalu menerimaku, dengan pelukan hangatnya.
Aku yang merasa hancur di tengah ramainya orang berkerumun,
Ia menjadi cahaya tempatku pulang.
Aku yang selalu menyalahkan diriku sendiri karna tak seperti realita,
Ia selalu menerimaku apa adanya.
Nasehat yang selalu ia berikan, selalu membuatku meneteskan air mata.
Senyum tulus yang selalu ia berikan, tak sengaja air mataku menetes dengan sendirinya

Tempat terbaik untuk menangis adalah di pelukan seorang ibu.
Rasa sayangku tetap selalu abadi untuknya.
Terima kasih Tuhan, sudah menitipkanku, sesosok malaikat,
Yang kusebut dengan Ibu.
Selamat Ulang Tahun Mama dari Adek♡.

Bionarasi:
Adinda Rizqiyatul Hasanah lahir di Probolinggo pada 19 Februari 2007. Saat ini sedang menempuh bangku pendidikan putih abu-abu di Man 2 Probolinggo. Mempunyai hobi menggambar dan juga masih belajar mendalami dunia kepenulisan selama dua bulan terakhir. Salah satu karyanya yang masih belum selesai adalah “Aku,Kamu & Waktu”, bisa dibaca pada aplikasi orange. Kata-kata yang selalu ia tekuni adalah “Kalau gak sekarang, kapan lagi?”. Pembaca bisa menghubungi melalui:
IG pribadi: @dndawhy__
IG gambar: @dindarizq_19
Username WP: @penghunibumiiiikk