Bukan Aku ~ Devi Zafarina Salsabilah

Spread the love
Butuh waktu < 1 menit untuk membaca tulisan ini

Malam yang hening, angin berbisik-bisik lembut, membelai malam yang dingin. Hujan turun dengan derasnya, menambah kesan basah dan lembab di udara.

Aku duduk termenung di kursi, berusaha menenangkan diri, berpura-pura seolah semuanya baik-baik saja. Tapi tidak, air mataku kembali jatuh, mengingat dia yang tak lagi ada di sampingku. Aku tahu aku bukan perempuan yang sempurna, feminin dan lembut. Aku tahu dia terluka oleh kata-kataku yang terlalu tajam untuk seorang perempuan sepertiku.

Hujan masih turun dengan derasnya, seolah merasakan ceritaku tentang dia. Air mataku tak henti-hentinya jatuh, dan pikiranku terus menerus memikirkan dia. Apa yang dia lakukan sekarang? Apakah dia sudah makan? Sudah sholat belum? Ah, pertanyaan yang sama terus menerus menghantui pikiranku.

Berhari-hari berlalu tanpa dia, aku mulai membiasakan diri hidup tanpa dia. Awalnya sulit, tapi sekarang aku mulai terbiasa. Tak terasa, sudah hampir satu bulan aku hidup tanpa dia. Dan tak terasa juga, sebentar lagi adalah hari ulang tahunnya. Dulu, aku berharap kita bisa merayakannya bersama. Tapi sayangnya, aku bukan perempuan yang dia inginkan.

Aku tahu aku bukan perempuan yang cantik dan menarik, dan cara bicaraku juga kurang lembut. Tapi aku berharap dia menemukan orang yang tepat untuk dirinya, orang yang bisa membuat dia bahagia.

=====

Assalamu’alaikum wr. wb. Saya Devi Zafarina Salsabilah lahir pada tahun 2007. Berasal dari kecamatan Banyuanyar, belakang kantor kepala desa, Banyuanyar Kidul desanya. Motto hidup saya adalah “Ingin mencapai sesuatu harus dengan keyakinan, kesabaran, ketabahan, dan niat yang baik. Ingat bahwa ada Allah yang selalu bersama kita.”
Sekian terima kasih