Belum Tentu Lebih Utama ~ Muhammad Bagas Rizky Pratama

Spread the love
Butuh waktu 2 menit untuk membaca tulisan ini

Ba’dha maghrib di hari Kamis (5/1/2023) tepatnya dimasjid Al- Ikhlas Pajarakan diadakan kajian bersama ustadz Abu ‘Utsman Kharisman hafizhahullah. Kajian ini biasa digelar tiap pekan. 

Kali ini, sedang membahas tentang aqidah yang merujuk pada kitab Syarhus Sunnah, karya Imam al Muzani rahimahullah. Beliau adalah seorang murid Imam Syafi’i rahimahullah. Bahkan beliau salah satu diantara beberapa murid yang memandikan jenazah Imam Syafi’i.

Kembali pembahasan tentang kajian kemarin… ada sebuah pelajaran penting yang sayang untuk dilewatkan.

Saat itu, ustadz menjelaskan tingkatan-tingkatan keutamaan para sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum. Ustadz membawakan penjelasan Ibnu Hajar al-Asqolaniy, tentang definisi dan siapa saja yang termasuk dalam golongan sahabat Nabi dengan beberapa hadits yang menguatkannya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqolaniy rahimahullah menjelaskan (yang artinya), “Pendapat yang paling benar adalah bahwasanya Sahabat adalah orang yang pernah bertemu dengan Nabi dalam keadaan beriman dan meninggal dalam keadaan Islam. Termasuk dalam hal ini adalah orang yang bertemu dengan Nabi baik yang masa duduknya lama bersama Nabi atau yang sebentar, yang meriwayatkan (hadits) dari Beliau atau yang tidak meriwayatkan, yang berperang bersama Beliau maupun yang tidak, atau yang pernah melihat Beliau meski tidak duduk bersama Beliau, atau yang tidak melihat Beliau karena ada halangan.” (Al-Ishobah fit Tamyizis Shohabah karya Ibnu Hajar, 1/10).

Pendapat Ibnu Hajar ini, juga merupakan pendapat Imam Bukhari dan juga Imam Ahmad bin Hanbal, salah satu guru beliau.

Selanjutnya, dijelaskan pula bahwa para sahabat bertingkat-tingkat dalam hal keutamaan. Yang paling utama adalah Abu Bakar as-Shiddiq, kemudian Umar bin al-Khathab, kemudian Utsman bin Affan, kemudian Ali bin Abi Thalib, lalu enam dari sepuluh sahabat yang telah dijamin masuk surga. Radhiyallahu ‘anhum.

Seluruhnya adalah para sahabat yang disebutkan dalam hadits. Rasulullah ﷺ bersabda, “Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Tholhah (bin ‘Ubaidillah) di surga, az-Zubair di surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Sa’ad bin Abi Waqqosh di surga, Sa’id (bin Zaid) di surga, Abu Ubaidah bin al-Jarroh di surga.” (HR. At-Tirmidzi, no. 3680).

Setelah itu, ustadz menjelaskan hikmah mengapa di antara 10 sahabat tersebut tidak ada salah satupun dari golongan sahabat yang terbanyak meriwayatkan hadits.

Hikmahnya yakni karena bisa jadi kualitas ketakwaan dan nilai keimanan mereka yang Allah lihat lebih daripada yang lainnya.

Disebutkan juga hikmahnya yaitu, bisa jadi yang banyak diam lebih baik dari yang banyak berbicara dalam menyebarkan ilmu, karena rasa takutnya dan ketakwaannya kepada Allah juga ia mengamalkan apa yang ia ketahui.

=====

Muhammad Bagas Rizky Pratama, biasa dipanggil Bagas. Siswa jurusan keagamaan, MAN 2 Probolinggo. Lahir di Probolinggo pada tanggal 16 Maret 2006, dan sekarang berusia 16 tahun. Bertempat tinggal di Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kab. Probolinggo.

____

Editor: Syafhira Khoirotun Zahra