Bayangan Misterius ~ Salwa Nurul Asyifa

Spread the love
Butuh waktu < 1 menit untuk membaca tulisan ini

Tersadar saat ini aku dipenuhi luka. Tak ada hujan yang tak pernah mereda. Tak ada banjir yang tak pernah kebah. Pasukan bintang mengajarkan, kita butuh kegelapan supaya bersinar. Bulan mengajarkan, kita tetap indah meski hanya sendirian. Awan malam mengajarkan, Tak harus selalu ada tapi tetap bisa bermakna.

Bukan lagi jingga yang menenangkan. Hanya ungu tua yang muram. Langit pudar dari merah merekah. Kawanan burung hilang dari pandangan. Detik terus berdetak, dan segalanya menjadi gelap. Hitam pekat misterius, mengerikan. Kesepian setelah kata selamat tinggal.

Tetap tenang, dan tunggulah. Malam akan datang. Pasukan bintang akan bertaburan. Bulan, menjadi teman bagi seseorang yang kesepian. Segerombolan awan akan menaungi seseorang. Mungkin malam tak akan seindah dan seteduh senja. Tapi, malam yang meneduhkan akan lebih panjang.

Sesuatu yang diharapkan kadang harus diperjuangkan. Seperti balita yang tengah belajar melangkah. Seorang ibu yang berada di sisinya, menyapa dan memegang erat tangannya. Tapi sang ibu tak mampu mengukuhkan langkah mungilnya. Itu adalah perjuangan anak yang sedang menempuh proses dan usaha.

Seorang ibu sedang melahirkan. Dokter dengan usaha tiada henti. Sang ayah yang mendukung dengan sepenuh kasih. Proses dipenuhi rasa perih. Sungguh perjuangan ibu seorang diri. Demi bertemu sang buah hati.

Aku yang berjalan di tempat sepi. Mencoba mencintai diri sendiri. Untuk kali ini, biarkan perjalanan ini menjadi kisah cinta antara aku dan kamu sebagai pemeran utama dalam cerita ini.

=====

Assalamualaikum.

Salwa Nurul Asyifa lahir pada tahun 2007. Sekarang tengah menempuh pendidikan di MAN 2 Probolinggo. Menulis merupakan hobi baru baginya. “Beranilah untuk bermimpi dan beranikan dirimu untuk mewujudkan semua impianmu, karena impian tidak akan tercapai tanpa keberanian.”

Wassalamu’alaikum.

=====

_bcde_g__j_lm__pq____vwx__