Bandung Dan Akhir Cerita Kita ~ Naila UciTri Damayanti

Spread the love
Butuh waktu 2 menit untuk membaca tulisan ini

Kembali kudatangi kota ini, tapi kali ini berbeda. Aku tidak lagi mengharapkanmu, tidak lagi menanyakan dimana kamu kepada teman-temanmu.

Aku kembali mendatangi suatu tempat, tempat dimana pertama kali aku mengenalmu. Masih sama, pohon rindang dimana aku melihatmu mengenakan kaos hitam polos dan celana pendek berwarna moca bertuliskan brand Adidas.

Aku mendekat kearah pohon rindang itu, kembali mengingat bagaimana pertama kali kamu menyapaku, ingin mengajakku berbicara namun saat itu aku terlalu sensitif pada orang baru.

Hari berikutnya, aku mulai terbuka denganmu. Aku rasa kamu orang yang baik dan humoris, itu sangat lucu.

Sekarang, perlahan aku bisa mengikhlaskanmu. Aku tidak lagi mengharapkanmu, tidak lagi menulis kamu dibuku mimpiku, aku akan tutup buku ini, aku akan menggantinya karena tahun ini akan berlalu dan tidak baik jika aku terus menerus mengharapkanmu.

Aku paham disetiap pertemuan pasti akan selalu ada perpisahan aku percaya dengan kata “People come and go”. Karena itu benar terjadi pada kita.

Tidak, aku tidak sedih melepasmu. Dengan melepasmu, aku akan menciptakan lembaran baru tentunya pada buku baru.

Aku senang, pernah mengenalmu menjadikanmu bagian dari hidupku, kamu mengajarkanku banyak hal, kamu bersedia menjadi rumah untukku pulang. Namun kamu sendiri yang memilih menggusur rumah itu.

Tidak apa, sekarang aku benar-benar melepas mu. Di kota Bandung ini, dipohon rindang ini aku titipkan semua kenangan kita di sini, tidak baik jikaku bawa pulang, nantinya aku tidak bisa menerima orang baru.

Hai Angkasa Putra Dewangga , kota ini menjadi saksi kedua kalinya, aku…melepaskanmu.

Bandung, akhir tahun_

====

Haloo Assalamualaikum aku Naila UciTri Damayanti, anak terkahir yang lahir di Probolinggo pada 3 Mei 2007. Pengagum Lee Donghyuck dan hujan namun takut saat guntur berbunyi, suka membaca dan suka matcha. Bercita-cita menjadi seorang Jaksa hukum dan memakai almamater Universitas Brawijaya di depan makam ibundanya. Jangan lupa mampir di @tyhc.naiilaa_ dan @corettdisini, terimakasih sudah membaca, wassalamu’alaikum

====

Editor: Syafhira Khoirotun Zahra