Arti Sebuah Senyuman – Aprilia Anggraini Putri

Butuh waktu 2 menit untuk membaca tulisan ini

Kupandang langit yang terlihat gelap, terlihat bulan yang tertutup awan dan bintang yang hanya terlihat satu-persatu. Terasa damai, tenang, bahagia saat melihat bintang-bintang yang menghiyasi langit. Namun beberapa malam terakhir ini, aku hanya melihat satu dua bintang karena tertutup awan mendung.
Berbicara akan senyuman identik dengan bahagia. Meski sebenarnya tak semua senyuman berarti bahagia. Berapa lama kah hidup ini akan disia-siakan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, hanya menunggu kebahagiaan menghampiri kita bukan malah kita yang menjemput kebahagiaan itu.
Sebuah kisah singkat tentang seorang muslimah yang berjalan tak tentu arah, hanya untuk mencari kebahagiaan yang dapat menenangkan hatinya. Hingga akhirnya ia bertemu dengan bapak tua yang menyadari kerisauwan hatinya. Beliau menyuruh muslimah tersebut ke sebuah taman dan menangkap kupu-kupu yang ada di taman dengan tangannya sendiri.
Dari kejauhan, bapak tua memperhatikan gerak gerik muslimah itu yang terlihat mengendap-endap berusaha menangkap kupu-kupu. Namun, hap! Sasaran itu lepas. Ia terus berusaha, namun Ia tetap gagal.
Ia mulai berlari tak beraturan. Diterjangnya sana sini namun sama saja ia tak mendapatkannya. Sampai akhirnya bapak tua menghentikan langkahnya, dan tiba-tiba berkumpullah beberapa kupu-kupu disisi kanan kiri bapak tua.
Si bapak tua lalu berujar “Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu. Semakin kau terjang , semakin ia akan menghindar. Semakin kau buru, semakin ia akan pergi darimu. Namun, tangkaplah kupu-kupu dengan hatimu. Kebahagiaan bukanlah benda yang dapat kau genggam. Carilah kebahagiaan dalam hatimu. Kebahagiaan tak akan lari kemana-mana . Bahkan , tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri.”
Kisah ini mengajarkan bahagia bukanlah sesuatu yang dapat digenggam. Bahagia itu memang ada dalam hati, semakin dikejar terkadang semakin menjauh. Dalam bekerja, belajar, menjalani hidup, dalam sedih, gembira, temukanlah kebahagiaan itu dengan perlahan, tenang, dan penuh ketulusan hati. Percayalah!
Kebahagiaan itu ada dimana-mana. Rasa bahagia itu ada disekitar kita, namun kita tidak pernah peduli. Sematkan sifat optimis dalam hati bahwa bahagia itu ada ketika kita mau mensyukuri apa yang ada di hadapan kita. Bukan apa yang ada di bayangan kita.

“Tersenyum untuk bahagia, bukan menunggu bahagia untuk tersenyum.”-

Bionarasi
Aprilia Anggraini Putri lahir di Bangkalan Tanggal 16 April 2002. Jenjang pendidikan sekolah dasar MI Salafiyah, MTS Salafiyah, dan sekarang melanjutkan ke man 2 Probolinggo jurusan IPA.
Selain menjadi pelajar,ia mengabdi di TPQ Sukomulyo,yang dikenal dengan Rumah ABATA. Pada 2015, ia berhasil menjuarai Kompetisi Sains Madrasah (KSM).