Aku, Tuhan, dan Sajadah

Spread the love
Butuh waktu < 1 menit untuk membaca tulisan ini

Aku merasa sangat gelisah, entah apa penyebabnya. Hati rasanya risau, pikiranku bingung, bibirku kelu dan kaku. Aku seperti kehilangan diriku sendiri, aku merasa ada yang hilang dalam diriku. Aneh? Ya, aku juga berpikir jika aku aneh.

Menatap langit gelap di bawah pohon seorang diri, aku tetap bingung dan gelisah. Aku menceritakan semuanya pada dinginnya malam, tetapi tetap saja aku merasa gelisah.

Kemudian aku masuk ke dalam rumah dan merebahkan diriku di kasur sambil menatap langit-langit kamar. Di saat aku sedang melamun aku teringat salah satu sholat sunnah yang pernah aku kerjakan hanya beberapa kali, yaitu sholat tahajjud. Aku menyeting alarmku kemudian memejamkan mata.

Aku bangun karna alarmku berbunyi, kuraih alarm tersebut kemudian aku bergegas mengambil wudhu, menggunakan mukenah, dan menggelar sajadah. Di sujud terakhir aku mengungkapkan kepada-Nya tentang kerisauanku, kegelisahan hatiku, kebingungan pikiranku, di sanalah tumpah air mata yang selama ini aku pendam, di sanalah aku meluapkan semua keluh kesahku, mengapa demikian? Karena aku pernah mendengar seorang ulama berceramah, “Berdoalah disaat sujud terakhir, karena disaat itulah kalian dekat dengan-Nya”. Dan juga aku mengetahui satu kalimat “Nikmatnya berdoa ketika sujud, disaat engkau berbisik ke bumi, tapi terdengar dilangit”.

Selesai melaksanakan sholat itu aku merasa lega, tenang, dan tidak kebingungan lagi. Aku senang sekali, sekarang aku mengetahui jika aku sedang bersedih dan merasa kebingungan aku harus melakukan sholat dan berdoa kepada-Nya. Jika bukan darinya pertolongan itu maka dari mana lah.

la “gholiba illabillah”
Artinya, tidak ada yang menang kecuali dengan pertolongan Allah.

Maka ingatlah Tuhan karena semua nikmat dan pertolongan itu asalnya dari Tuhan dan manusia hanya perantara nya saja

Bionarasi~

Hai, saya Lesti Abelia. Aku adalah bagian dari MAN 2 PROBOLINGGO, lahir pada bulan November tahun 2007, memiliki moto hidup “Cukup diam dan buktikan jika kamu bisa” . Sampai jumpa di kalimat kreasi saya berikutnya

Editor : Syafhira Khoirotun Zahra