Adab Ta’lim Seorang Santri ~ Aprilia Anggraini Putri

Spread the love
Butuh waktu 2 menit untuk membaca tulisan ini

Sebagai manusia, kita termasuk dalam kategori makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan orang lain. Dalam bersosialisasi, penting untuk menjaga adab, baik itu terhadap teman sebaya, yang lebih muda, maupun yang lebih tua, terutama kepada orang tua dan guru kita.

Menjaga adab terhadap guru merupakan salah satu kunci kesuksesan seorang murid. Tanpa ridho dari guru, kita tidak akan mencapai kesuksesan. Oleh karena itu, dengan menjaga adab ketika dalam proses belajar, kita menunjukkan rasa hormat dan menghargai guru kita.

Berikut ini adalah beberapa resep yang dapat diikuti untuk menjaga adab saat dalam kegiatan ta’lim:

1. Hindari melakukan aktivitas yang tidak bermanfaat selama proses ta’lim, seperti memainkan tangan atau bulpen saat guru sedang menjelaskan, kecuali jika ada keperluan mendesak.

2. Jangan terus-menerus memandang ke sekeliling, ini disebut sebagai فضول العين (pandangan mata yang tidak berguna).

3. Menghadap kiblat.

4. Berpakaian sopan, dan jika memungkinkan, berpakaian dengan warna putih.

5. Duduk dengan bersila atau menggunakan posisi duduk iftiros.

Adab dan akhlak memiliki nilai penting yang tinggi bagi setiap individu. Namun, di era ini, banyak orang yang menganggap bahwa menjadi cerdaslah yang menjadi kunci utama kesuksesan. Beberapa orang bahkan beranggapan bahwa memiliki selembar kartu, seperti gelar sarjana, dapat menunjukkan tingkat keahlian seseorang. Padahal , tidak boleh dilupakan bahwa adab dan akhlak yang baik juga merupakan faktor penting dalam mencapai kesuksesan, terutama dalam hubungan sosial dengan orang lain.

Sebagai seorang santri, kita harus terus berusaha untuk meningkatkan kualitas diri. Salah satu hal yang harus dilakukan adalah menghilangkan label negatif yang sering kali dilekatkan pada santri, seperti anggapan bahwa santri hanya belajar kitab dan hanya cocok menjadi ibu rumah tangga. Kita harus berusaha untuk membuktikan bahwa kita juga dapat memiliki kemampuan intelektual dan sosial yang baik dengan menjaga adab dan akhlak serta mengembangkan potensi diri. Dengan begitu, kita dapat meraih kesuksesan dalam kehidupan dan dapat menjadi teladan bagi orang lain dalam menjalankan peran sebagai santri.

Tidak hanya dalam ta’lim, namun terdapat banyak adab dan akhlak yang dianjurkan dalam hubungan antara murid dan guru. Oleh karena itu, sebagai seorang santri, kita harus terus berusaha untuk menjaga adab dan akhlak tersebut.

Dengan menjaga adab terhadap orang yang mulia, kita dapat diharapkan termasuk di antara orang-orang yang mulia di sisi Allah SWT. Amin. (Sumber: Ceramah Al-Habib Jamal)

=====

Aprilia Anggraini Putri lahir di Bangkalan Tanggal 16 April 2002. Jenjang pendidikan sekolah dasar MI Salafiyah, MTS Salafiyah, dan sekarang melanjutkan ke man 2 Probolinggo jurusan IPA.
Selain menjadi pelajar,ia mengabdi di TPQ Sukomulyo,yang dikenal dengan Rumah ABATA. Pada 2015, ia berhasil menjuarai Kompetisi Sains Madrasah (KSM).